KEANEKARAGAMAN VEGETASI
Kata Pengantar
Puji dan syukur kita
panjatkan kepada Allah SWT, atas rahmat dan karunianya kami dapat menyelesaikan
makalah Ekologi Tumbuhan tentang Keanekaragaman Vegetasi ini. Dimana dalam
pembuatan makalah membutuhkan kerjasama dari semua pihak baik dari sesama
anggota kelompok maupun dari dosen yang memberikan kesempatan kepada kami dalam
pembuat makalah ini.
Kami menyadari begitu
banyak kekurangan dari apa yang dapat kami sampaikan di dalam makalah ini, oleh
karena itu kami berharap bapak memberi masukan dan kritikan agar kedepannya
hasil makalah yang kami buat lebih baik lagi dari yang sebelumnya.
Kami
mengucapkan terimakasih kepada kedua orangtua yang tela mendoakan, dosen
pembimbing dan semua pihak yang terlibat dalam pembuatan makalah ini. Tanpa doa
dan bimbingan dari semua pihak yang terkait, tidak mungkin makalah ini dapat
terselesaikan sesuai dengan waktu yang telah diberikan.
Padang,
Desember 2017
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR……………………………………………………………….i
DAFTAR
ISI…………………………………………………………………………ii
BAB
I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang………………………………………………………………..1
B.
Rumusan Masalah…………………………………………………………….1
C.
Tujuan ………………………………………………………………………..2
BAB
II TINJAUAN PUSTAKA
A.
Keanekaragaman
Gen………………………………………………………...3
B.
Keanekaragaman
spesies……………………………………………………...5
C.
Keanekaragaman
populasi…………………………………………………….6
D.
Keanekaragaman
ekosistem…………………………………………………..7
E.
Manfaat keanekaragaman
hayati…………………………………………….15
BAB
III PENUTUP
A.
Kesimpulan…………………………………………………………………..18
B.
Saran ………………………………………………………………………...18
DAFTAR
PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Seperti yang kita ketahui bersama negara Indonesia dikenal
sebagai salah satu yang memiliki tumbuhan dan hewan yang tak terhitung
jumlahnya. Sedangkan di dunia ini tidak ada dua individu yang benar benar sama.
Setiap individu pasti memiliki ciri-ciri khusus yang menyebabkannya berbeda
dari mahluk hidup yang lain sehinggga menimbulkan keanekaragaman. Kekhasan dan
tingginya tingkat keanekaragaman mahluk hidup sangat bermanfaat untuk
kelangsungan hidup manusia. Keanekaragaman mahluk hidup tersebut kemudian
dikenal dengan istilah keanekaragaman hayati. Karena mempunyai banyak sekali
manfaat maka keanekaragaman hayati akan sering dipergunakan sehingga akan
berakibat pada penurunan jumlah keanekaragaman hayati tersebut. Maka sebelum
jenis keanekaragaman tersebut punah maka harus dilakukan upaya upaya
pencegahannya.
Pada keanekaragaman hayati vegetasi terdapat beberapa
keaneka ragaman yaitu keanekaragaman gen, keanekaragaman spesies,
keanekaragaman populasi, keanekaragaman
ekosistem yiatu ekosistem darat dan ekosistem perairan, pada ekosistem perairan
terbagi menjadi dua yaitu ekosistem perairan air tawar dan perairan aier laut.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana keanekaragaman vegetasi
tingkat gen ?
2. Bagaimana keanekaragaman vegatasi tingkat
spesies ?
3. Bagaimana keanekaragam vegetasi
tingkat populasi ?
4. Bagaimana keanekaragaman vegetasi
tingkat ekosistem ?
5. Apa manfaat keanekaragaman hati bagi
kehidupan manusia?
C.Tujuan
Mahasiswa dapat mengetahui :
1. Keanekaragaman vegetasi tingkat gen.
2. Keanekaragaman vegetasi tingkat
spesies.
3. Keanekaragaman vegetasi tingkat
populasi.
4. Keanekaragaman vegetasi
tingkat ekosistem.
5. Manfaat dari keanekaragaman hayati.
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
A. Keanekaragaman
Gen
Keanekaragaman gen adalah perbedaan atau variasi
gen yang terdapat dalam suatu spesies makhluk hidup. Contoh, buah durian yang
memiliki kulit tebal, kulit tipis, dagingnya tebal, berdanging buah tipis, biji
besar atau biji kecil. Demikian pula dengan buah pisang yang mempunyai ukuran,
warna, bentuk dan tekstur serta rasa daging buah yang tidak sama dengan yang
pisang lainnya. Pisang mempunya beberapa variasi yaitu pisang raja uli, pisang
raja molo, pisang raja jambe, pisang raja sereh.
keanekaragaman sifat genetik pada suatu makhluk
hidup dikendalikan oleh gen-gen yang ada didalam kromosom yang dimilikinya.
Kromosom tersebut didapatkan dari kedua induknya melalui pewarisan sifat.
Namun, gen juga dapat dipengaruhi dengan kondisi lingkungan tempat hidupnya.
Contohnya bibit yang diambil dari batang induk mangga yang memiliki sifat
genetik berbuah dengan besar,dan bila ditanam pada area yang berbeda maka ada
kemungkinan tidak menghasilkan buah mangga berukuran besar seperti sifat
genetik induknya.
keanekaragaman gen juga dapat ditingkatkan
melalui hibridisasi atau perkawinan silang antara spesies satu dengan spesies
yang berbeda sifat atau melalui proses domestikasi (budidaya tumbuhan liar atau
hewan). Contohnya adalah proses hibrid dari tanaman anggrek akan mendapatkan
warna yang beragam, hibridisasi sapi fries Holland dengan sapi bali, dan
hibridisasi berbagai jenis tanaman atau hewan tertentu dengan spesies liar
untuk mendapatkan jenis yang tahan terhadap penyakit. Dengan cara hibridisasi
ini maka kita dapat memperoleh sifat genetik yang baru dari suatu
organisme-organisme pada suatu spesies.
Merupakan sifat
yang terdapat dalam suatu jenis. Maka tidak ada satu makhluk yang sama persis
dalam penampakannya dengan teknik budaya yang semakin banyak jenis tumbuhan
dari hasil rekayasa genetic seperti padi, jagung, ketela, semangka tanpa biji,
jenis-jenis mangga dan lain-lain. Perangkat genetic mampu berinteraksi dengan
lingkungan. Misalnya dua individu memiliki perangkat gen yang sama hidup
dilingkungan berbeda. Keadaan sebaliknya juga terjadi dua individu yang
memiliki perangkat gen yang berbeda, tetapi hidup dilingkungan yang sama dapat
memunculkan cirri yang sama. Ini terlihat dalam spesies yang sama terjadi pada
keanekaragaman dalam susunan gen sehingga muncul variasi antara individu.
Contoh
keanekaragaman tingkat gen yaitu pada mangga. Mangga memiliki keanekaragaman hayati tingkat gen. Bagi yang
suka makan mangga tentu Anda mengenal beberapa ragam jenis mangga seperti
mangga manalagi, mangga golek, mangga gadung, mangga arum manis, atau mangga
apel. Dari sisi buahnya, mangga-mangga tersebut memiliki rasa dan tekstur yang
berbeda-beda, begitupun dari segi penampilan fisik tanamannya.
B. Keanekaragaman
Spesies
Keanekaragaman jenis/spesies adalah adanya
perbedaan yang bisa ditemukan pada kelompok atau komunitas pada berbagai
spesies yang hidup di suatu habitat makhluk. Contoh, di halaman kita terdapat
pohon mangga, jeruk, rambutan, kelapa, bunga melati, bunga mawar, jahe, kunyit,
burung, lebah, semut, kupu-kupu, dan cacing. Keanekaragaman jenis yang lebih
tinggi umumnya dapat ditemukan di suatu tempat yang jauh dari kehidupan
manusia, semisal di hutan. Di hutan terdapat jenis hewan dan tumbuhan yang
lebih banyak dibandingkan dengan di kebun atau di sawah.
Perbedaan dari
berbagai spesies makhluk hidup di suatu tempat disebut keanekaragaman spesies.
Ini dijumpai pada suatu tempat yang dihuni oleh kumpulan makhluk hidup dari
berbagai spesies. Keanekaragaman lebih mudah diamati daripada keanekaragamn
gen. misalnya. Variasi dalam suatu family antara kucing dan harimau. Mereka
termasuk kedalam satu family walaupun ada perbedaan pada fisik, tingkah laku,
dan habitat. Misalnya
kelapa tumbuh di pantai, dan aren tumbuh di pegunungan basah.
C. Keanekaragaman
Populasi
Dialam sekitar
banyak dijumpai berbagai macam kelompok makhluk hidup yang sejenis antara lain
seperti kelompok-kelompok : manusia, kelinci, tanaman padi, pohon mangga dll. Dalam
biologi, kelompok individu makhluk hidup yang sejenis itu disebut dengan
populasi (populasi berasal dari bahasa latin: populous=rakyat, penduduk).
Apabila kita
berbicara tentang populasi makhluk hidup, kita harus menyebutkan nama jenis
individu makhluk hidup yang merupakan anggota populasi itu, dan kita membatasi
mengenai waktu dan tempatnya. Misalnya:
a. Populasi
burung gereja dalam bulan agustus 1990 dibogor
b. Populasi
murid SD dalam tahun 1980 di Jakarta
c. Populasi
karet didaerah priangan.
Jadi
populasi makhlukhidup selalu menyangkut tentang nama jenis individu, waktu dan
tempat. Nama-nama jenis individu yang telah disebutkan diatas menunjukan
nema-nama kelompok makhluk hidup dari populasi, dan bukan nama-nama individu
makhluk hidup, sebab populasi makhluk hidup disini ialah kelompok makhluk hidup
yang serupa atau sejenis.
Sebagai
contoh antara kelompok keledai dan kelompok kuda. Didalam masing-masing
kelompok baik keledai maupun kuda masing-masing mempunyai unsure-unsur
“keserupaan”, tetapi antara kelompok keledai dengan kelompok kuda, terdapat
“perbedaan”, yaitu : tubuh keledai lebih kecil dibanding tubuh kuda, telinga
keledai lebih panjang dari pada telinga kuda, surai dai ekor keledai lebih
pendek dari pada surai dan ekor kuda, suara keledai berbada dengan suara kuda,
dll.
Dengan
adanya perbedaan-perbedaan tersebut, maka akhirnya para ahli biologi setuju
bahwa antara kelompok eledai dan kelompok kuda itu, merupakan dua kelompok
hewan yang berlainan “ berupa” atau “jenis”. Dan dengan menggunakan istilah
biologi dikatakan, bahwa antara keledai dan kuda adalah berlainan spesies.
Berdasarkan
uraian diatas, maka ternyata bahwa dunia ini terdapat banyak sekali populasi
makhluk hidup yang masing-masing memliki jenisnya atau spesiesnya
sendiri-sendiri atau dengan kata lain dikatakan, bahwa setiap populasi makhluk
hidup itu memliki ciri-ciri khusus tersendiri. Ciri-ciri khusus setiap
populasi makhluk hidup inilah yang menyebabkan populasi hidup itu berbeda
antara satu dengan yang lain. Dan ini pula lah yang menunjukan kepada kita akan
adanya keanekaragaman populasi makhluk hidup didunia ini, dan spesies merupakan
unit populasi yang bermakna.
D. Keanekaragaman
Ekosistem
Merupakan
penggabungan dari setiap unit biosistem yang melibatkan interaksi timbal balik
antara organism dan lingkungan fisik sehingga aliran energy menuju kepada suatu
struktur biotiktertentu dan terjadi suatu siklus materi dan anorganisme.
Matahari sebagai sumber dari semua energy yang ada. Dalam ekosistem, organism
dalam komunitas berkembang bersama-sama dengan lingkungan fisik sebagai suatu
sistem. Semua makhluk hidup berinteraksi dengan lingkungan yang berupa factor
biotic dan abiotik.
Factor biotic
ini meliputi berbagai jenis makhluk hdup lain, sedangkan termasuk factor
abiotik adalah iklim, cahaya, suhu, air, tanah, kelembaban dan lain-lain. Maka
eksosistem ini merupakan kesatuan dari biotic dan abiotik yang bervariasi. Di
bumi ini ada dua macam ekosistem yaitu ekosistem buatan dan ekosistem alami.
Secara garis besar ekosistem alami ini terbagi menjadi ekosistem darat dan
ekosistem perairan. Pada ekosistem perairan ini dibedakan pula yaitu ekosistem
air tawar dan ekosistem air laut.
1. Ekosistem
darat (teresterial)
Merupakan ekosistem yang lingkungan
fisiknya berupa daratan. Berdasarkan garis geografis, ekosistem darat sebagai
berikut :
·
Bioma gurun
Gurun pasir umumnya terdapat didaerah yang mempunyai
curah hujan dari 10 inci atau kadang-kadang didaerah dengan curah hujan lebih
besar tersebar sangat tidak merata. Kelangkaan hujan ini disebabkan oleh :
Tekanan subtropik yang tinggi, seperti disahara dan gurun-gurun Australia,
kedudukan geografi dalam daerah byangan hujan dan ketinggian tempat yang tinggi
seperti gurun-gurun Tibet.
·
Bioma padang rumput
Bioma ni
terbentang dari daerah tropika sampai ke sub tropika yang daerah tidak cukup
untuk perkembangan hutan. Curah hujannya tidak teratur antara 250-500 mm/tahun.
Tanah umumnya tidak mampu menyimpan air disebabkan oleh rendahnya tingkat
porositas tanah dan sistem penyaluran yang kurang baik. Jenis rumput ini
memiliki ketinggian hingga 3,5 m.
·
Bioma hutan hujan tropis
Hutan hujan
tropis disebut juga hutan basah karena sepanjang tahun hutan ini selalu diguyur
hujan. Curah hujan yang mengguyur hutan ini terbilang tinggi yakni bisa
mencapai 2000 mm pertahun. Hutan ini bisa dibilang tidak pernah mengalami musim
kering karena hutan ini selalu mendapatkan curah hujan yang cukup selam satu
tahun. Itulah mengapa hutan ini sering dikatakan hutan yang selalu basah atau
hutan yang selalu hijau.
·
Bioma tundra
Bioma ini
terdapat didaerah luas berupa dataran tanpa pohon dan terdapat disekitar kutub
utara dan sebagian kutub selatan. Terbentuknya tundra dikarenakan lingkungan
alam yang gelap dalam jangka waktu yang lama disebabkan oleh tidak
terjangkaunya matahari untuk menyinari tempat tersebut.
·
Bioma taiga
Sebuah ekosistem
yang terletak didalam hutan yang terdapat satu jenis pohon saja. Bioma taiga
ini terletak pada wilayah sub tropis.
·
Bioma karst
Karst adalah
sebuah bentuk permukaan bumi yang umumnya dicirikan dengan adanya depresi
tertutup (closed depression), drainase permukaan, dan gua. Daerah ini dibentuk
oleh pelarutan batuan, kebanyakan batu gamping. Karst memiliki daerahnya berupa
cekungan-cekungan, terdapat bukit-bukit kecil, sungai-sungai yang nampak di
permukaan hilang dan terputus kedalam tanah, adanya sungai-sungai di bawah
permukaan tanah.
·
Bioma hutan gugur
Merupakan salah
satu bioma yang terdapat di bumi dan terletak di daerah yang mengalami empat
musim yaitu musim semi, gugur, panas dan dingin. Curah hujannya sepanjang tahun
yaitu 750-1000 mm/tahun.
2. Ekosistem
perairan (akuatik)
Ekosistem perairan adalah
ekosistem yang kompone abiotiknya sebagian besar terdiri atas air. Makhlukh
hidup (komponen biotik) dalam ekosistem perairan dibagi dalam beberapa
kelompok, antara lain sebagai berikut :
· Plankton, adalah terdiri atas
fitoplankton dan zooplankton. Organisme ini dapat bergerak dan berpindah tempat
secara pasif karena pengaruh arus air, seperi ganggung uniseluler dan
Protozoa
· Nekton, adalah organisme
yang bergerak aktif (berenang), seperti katak dan ikan
· Neuston, adalah organisme
yang mengapung di permukaan air, seperti, eceng gondok, serangga air, ganggang,
dan teratai.
· Bentos, adalah organisme
yang berada di dasar perairan, seperti cacing, udang, ganggang dan
kepiting.
· Perifiton, adalah organisme yang
melekat pada organisme lain seperti siput dan ganggang.
Ekosistem perairan dibedaka menjadi dua macam, yatu ekosistem
air tawar dan ekosistem air laut. Berikut penjelasan ekosistem air tawar dan
ekosistem air laut :
a. Ekosistem
air tawar
Ekosistem air tawar memiliki ciri-ciri abiotik
antara lain sebagai berikut :
· Dipengaruhi oleh iklim dan cuaca
· Memiliki kadar garam (salinitas) yang rendah, bahkan lebih rendah
dari pada cairan yang ada dalam sel makhluk hidup
· Penetrasi atau masuknya cahaya matahari kurang
b. Ekosistem
air laut
Kosistem air laut memiliki ciri-ciri abiotik
antara lain sebagai beirkut :
· Memiliki kadar garam (salinitas) yang tinggi
· Tidak dipengaruhi oleh iklim dan cuaca
· Habitatnya berada di air laut saling berhubungan antara lau yang
satu dengan laut yang lainnya
· Memiliki arus laut yang pergerakannya dipengaruhi oleh arah angin,
perbedaan densitas (massa jenis) gaya gravitas, air, suhu, tekanan air, dan
gaya tektonik batuan bumi
· Memiliki variasi dari perbedaan suhu pada bagian permukaan dengan
ke dalam laut
1) Ekosistem
pantai pasir
Ekosistem pantai pasir terdiri atas hamparan pasir yang
selalu terkena deburan ombak air laut. Di tempat ini angin bertiup kencang dan
cahaya matahari bersinar kuat pada siang hari. Vegetasi atau tumbuhan yang
dominan adalah formasi pes-captae danformasi bqarringtonia. Formasi pes-caprae terdiri atas
tanaman berbatang lunak dan berbiji (terna) seperti Ipomoe pes-caprae,
Spinifex littoreus, dan Vigna marina. Formasi barringtonia terdiri atas perdu dan pohon,
seperti Terminalia catappa, Hernandia, Barringtonia asiatica,
Erythrina, dan Hibiscus tiliaceus. Hewan yang hidup di
pantai pasir seperti burung dan kepiting.
·
Ekosistem terumbu karang
Sekumpulan
hewan krang yang bersimbiosis dengan tumbuhan alga. Terumbu karang termasuk
dalam jenis filum Cnidaria yang memiliki tentakel
E. Manfaat
Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman
hayati memiliki berbagai macam peran yang bermanfaat bagi kehidupan manusia
sebagai berikut :
1. Sumber
pangan
Adanya
keanekaragaman hayati terdapat disekeliling yang dapat dijadikan sebagai sumber
pangan bagi manusia. Dengan keanekaragaman hayati di Indonesia, yang memiliki
400 jenis tanaman penghasil buah, 370 jenis sayuran, 70 jenis tanaman berumbi,
55 jenis rempah-rempah dan beragam hewan-hewan yang dapat digunakan sebagai
bahan konsumsi sebagai berikut :
· Sumber karbohidrat digunakan sebagai
bahan makanan pokok yang berasal dari berbagai jenis tanaman padi, jagung,
gandum, sagu, umbi, singkong dan talas.
· Sumber protein dapat dijadikan sebagai
pauk yang berasal dari berbagai jenis hewan seperti ikan, ayam, sapi, kambing
dan udanng
· Sayur-sayuran yang berasal dari berbagai
tanaman sayur seperti bayam, kangkung, kubis, sawi, tomat, wortel, buncis dan
jagung
· Buah-buahan berasal dari berbagai jenis
tumbuhan buah-buahan seperti jambu, rambutan, durian, kelengkeng, pisang dan
lain-lain.
· Minuman yang kaya dengan vitamin dan
mineral berasal dari hewan maupun tumbuhan yaitu susu sapi, susu kambing dan
air kelapa.
2. Sumber
sandang
Sandang
atau pakaian merupakan kebutuhn dasar manusia yang dapat dibuat serat berasal
dari berbagai jenis hewan maupun tumbuhan seperti kapas, daun pisang, ulat
sutera, bulu, biri-biri, dan lain-lain. Adapun pemanfaatan beberapa tanaman dan
hewan yang berguna sebagai pakaian adalah sebagai berikut :
·
Tanaman
Masyarakat suku
Dani di lembah Baleim Papua menggunakan labu air untuk embuat koteka pada
laki-laki dan wanita di Papua menggunakan tumbuhan wen serta kem untuk pakaian
·
Hewan
Berkembannya
teknologi, kulit sapi bisa diolah menjadi sepatu, kulit buaya bisa diubah
menjadi tas, kulit domba bisa diubah menjadi jaket, ulat sutera bisa diubah
menjadi kain sutera, bulu burung bisa dijadikan aksesoris pakaian
3. Sumber
papan
Biasanya
masyarakat menggunakan bamboo dalam membangun rumah untuk membuat jendela,
atap, dan tiang. Beberapa tumbuhan sering digunakan dalam pembangunan rumah
antara lain kelapa, jati, meranti, nangka, akyu ulin, bamboo dan lain-lain.
Sedangkan untuk membuat atap serta dinding rumah digunakan tumbuhas yaitu
tumbuhan alang-alang.
4. Sumber
obat
Keanekaragaman
hayati di Indonesia 30.000 spesies tumbuhan terdapat 940 spesies tumuhan yang
digunakan sebagai obat dan 250 spesies tanaman obat digunakan dalam industry
obat herbal.
· Pohon
Kina (Cinchona calisaya, cinchona officianlis) , yang kulitnya
megandung alkaloid kina (quinine) yang dapat berguna untuk membantu
menyembuhkan malaria
· Madu
dari lebah yang dapat berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh manusia
· Buah
megkudu (Morind citrifolia) yang dapat berguna untuk menurunkan tekanan
darah tinggi
· Buah
merah (Pandanus conoideus) yang dapat digunakan sebagai obat kanker,
kolesterol maupun diabetes.
· Ular,
bagian daging dan lemaknya dipercaya dapat mengobati penyakit kulit seperti
gatal-gatal
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Keanekaragaman hayati biodiversitas adalah keanekaragaman
organisme yang menunjukkan kesuluruhan atau totalitas variasi gen, jenis, dan
ekosistem pada daerah. Tingkat keanekaragaman hayati terdiri dari empat yaitu keanekaragaman gen, keanekaragaman
spesies, keanekaragaman populasi dan keanekaragaman ekosistem yaitu ekosistem
darat dan ekosistem perairan, pada ekosistem perairan terbagi menjadi dua yaitu
ekosistem perairan air tawar dan perairan aier laut.
Fungsi dan manfaat keanekaragaman hayati yaitu memiliki
nilai ekonomi sebagai sumber bahan pangan, obat-obatan, kosmetik, sandang,
papan dan memiliki aspek budaya. Selain itu, keanekaragaman hayati juga
memiliki nilai pendidikan dan ekologi.
B. Saran
Didalam kehidupan dunia ini terdapat berbagai jenis
keanekaragaman baik hewan maupun tumbuhan. Untuk mencegah kepunahan maka
diperlukan usahan bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya untuk
melestarikannya, dan memberikan sanksi yang tegas kepada oknum-oknum yang
bertanggung jawab atas perusakan tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
P.
Eugene Odum. 1998. “ Dasar-Dasar Ekologi”.
Yogyakarta : UGM Press.
Sastrodinoto
Soenarjo. 1989. “Biologi Umum”. Jakarta : PT Gramedia.
Winatasasmita
Djamhur, dkk. 1993. “Biologi Umum” Jakarta
: Universitas Terbuka.
materinya bagusss
BalasHapusSaya hadir Buk -Rifara Suci Yulika
BalasHapusHadir buk
BalasHapushadir
BalasHapusHadir
BalasHapusSaya Hadir buk -Reni Mustika
BalasHapusHadir buk
BalasHapussaya hadir buk
BalasHapussaya hadir buk -Nila Silvia
BalasHapusSaya hadir buk
BalasHapushadir buk
BalasHapusHadir buk
BalasHapushadirr
BalasHapusIya buk
BalasHapusHadir buk
BalasHapusHadir buk
BalasHapusmaterinya bagus buk
BalasHapus